Child Parenting Skills

 Jawaban Permasalahan Seputar Balita dan Anak

Bagaimana Mengatasi Balita Autis ? | Autism Therapies

Posted on Tuesday, March 31, 2009
Setelah mengetahui gejala awal dari autis dan dilakukan observasi yang sangat hati-hati dan mendetail, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana menghadapi balita yang terkena autis.

PENGOBATAN

Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak. Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.

Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui
gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.

Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, apakah berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi.

Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota
keluarga lainnya bisa menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.

Program intervensi dini
Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan menitikberatkan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, mengguanakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata. Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia dibawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif.

Program intervensi dini terdiri dari:
- Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan/kegiatan
tertentu)
- Terapi wicara dan bahasa
- Pendidikan masa kanak-kanak dini
- Perangsangan sensorik.
Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak austik yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.

Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada
kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif.

Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga
anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda.

Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik
merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyebrang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak.

Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi
sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa anak anda adalah seorang autis. Orang tua
seringkali mengalami tahapan emosional berupa duka, menyangkal, marah, depresi dan menerima. Konsultasi dengan ahli dapat membantu keluarga menerima diagnosis ini, melangkah ke depan dan mencari jalan terbaik untuk membantu anak mencapai potensinya yang tertinggi.

Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering
menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.

Beberapa anak autis tumbuh dan menjalani hidup yang mandiri. Yang lainnya selalu
membutuhkan dukungan dari lingkungan tempat tinggal dan tempatnya bekerja. Banyak ahli yang berpendapat bahwa masa depan anak autis sangat tergantung kepada besarnya kemampuan berbahasa yang dicapai oleh anak ketika berusia 7 tahun.


Do You Know?


Constructing Your Child's Healthy Sense of Self Esteem


Your child's self esteem is their mental foundation. A self-assured child is confident, secure, happy, well-adjusted and successful. They can solve problems that come their way, and it thrives under a loving parent's nurturing care.
What are some good ways to built self esteem in your child?

Most importantly, accept your child for who they are, and help them do the same. Teach your child that nobody is perfect, and that everyone makes mistakes. Show them how to learn and grow from their mistakes, and let them know that you also make mistakes. Children with high self esteem are able to take lessons from mistakes and apply them down the road. A child with low self esteem become frustrated and resort to self-depreciating behavior, such as calling themselves 'stupid' and vowing to 'never try that again.

Help your child discover their abilities and talents, and encourage outlets for them to build on and improve them. Praise a child not only for improvements in abilities and skills, but also for the traits they naturally possess.
Encourage your child to make positive choices. Open an honest dialog with your child and discuss the possibilities with them. Children who learn skills for making positive choices when they are younger are well-prepared for the tougher choices they have to make when they are older.

Ensure that you spend lots of quality time with your child, at least once a week. Whether you are shooting baskets or going out to grab a hamburger, take time to talk and keep in touch. If you find it difficult to squeeze in quality time during a hectic week, take the time to talk about things during the drive to school or while they are helping you put the groceries away.
Setelah mengetahui gejala awal dari autis dan dilakukan observasi yang sangat hati-hati dan mendetail, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana menghadapi balita yang terkena autis.

Labels: , , , , , , ,

The Keys to Effective Discipline

Posted on Monday, March 30, 2009
Disciplining a child is one of the most important, yet difficult, roles of being a parent. Effective discipline teaches a child to be self-disciplined later in life. It helps your child grow up to be happy and well-adjusted. Effective and positive discipline teaches and guides children, and helps them to feel safe, secure, and valued.

Discipline should be based on a child's age, development and temperament. A parent's goals by disciplining their child is to protect them from danger, to help them learn self-control and self-discipline and to develop a sense of responsibility.

Children should be respectful of their parent's authority. If they're disciplined harshly or unfairly, especially if it includes shouting or humiliating, will make it difficult if not impossible for a child to respect and trust their parent.

Parents must be consistent in their discipline. Discipline that's not consistent is confusing to children, no matter how old they are. If parents are inconsistent in the way they discipline their children, children may find it hard to respect them. It can also indirectly encourage misbehaving and result in confusion and frustration for the child.

Discipline must also be fair. Parents must make sure that the punishment fits the crime and doesn't punish too severely or is too lax. The consequences of their actions should be related to their behavior.

In order to discourage bad behavior, give your child choices about what to do. He will appreciate the chance to make decisions. Make sure rules that protect the safety, health and well-being of your child are given top priority. If your child is irritable, tired or upset, be understanding and try to help calm them. It's important to keep in mind that bad behavior can sometimes be circumstantial.

Encourage positive behavior in your child by spending quality time alone with your child each day. Give your child hugs, cuddles or a gentle pat on the back, and give praise when praise is due. If your child is angry or sad, try to understand why. Teach your child good behavior by setting a good example and behaving properly and appropriately yourself.
Disciplining a child is one of the most important, yet difficult, roles of being a parent. Effective discipline teaches a child to be self-disciplined later in life. It helps your child grow up to be happy and well-adjusted[...]

Labels: , , , ,

Bagaimana Mengatasi Balita Autis ? | Autism Therapies

Setelah mengetahui gejala awal dari autis dan dilakukan observasi yang sangat hati-hati dan mendetail, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana menghadapi balita yang terkena autis.

PENGOBATAN

Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak. Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.

Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui
gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.

Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, apakah berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi.

Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota
keluarga lainnya bisa menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.

Program intervensi dini
Hal terpenting yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan menitikberatkan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, mengguanakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata. Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia dibawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif.

Program intervensi dini terdiri dari:
- Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan/kegiatan
tertentu)
- Terapi wicara dan bahasa
- Pendidikan masa kanak-kanak dini
- Perangsangan sensorik.
Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak austik yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.

Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada
kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif.

Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga
anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda.

Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik
merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyebrang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak.

Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi
sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa anak anda adalah seorang autis. Orang tua
seringkali mengalami tahapan emosional berupa duka, menyangkal, marah, depresi dan menerima. Konsultasi dengan ahli dapat membantu keluarga menerima diagnosis ini, melangkah ke depan dan mencari jalan terbaik untuk membantu anak mencapai potensinya yang tertinggi.

Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif bisa semakin sulit dihadapi dan sering
menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan bisa membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Haloperidol terutama digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri. Fenfluramin, buspiron, risperidon dan penghambat reuptake serotonin selektif (fluoksetin, paroksetin dan sertralin) digunakan untuk mengatasi berbagai gejala dan perilaku pada anak autis.

Beberapa anak autis tumbuh dan menjalani hidup yang mandiri. Yang lainnya selalu
membutuhkan dukungan dari lingkungan tempat tinggal dan tempatnya bekerja. Banyak ahli yang berpendapat bahwa masa depan anak autis sangat tergantung kepada besarnya kemampuan berbahasa yang dicapai oleh anak ketika berusia 7 tahun.


Do You Know?


Constructing Your Child's Healthy Sense of Self Esteem


Your child's self esteem is their mental foundation. A self-assured child is confident, secure, happy, well-adjusted and successful. They can solve problems that come their way, and it thrives under a loving parent's nurturing care.
What are some good ways to built self esteem in your child?

Most importantly, accept your child for who they are, and help them do the same. Teach your child that nobody is perfect, and that everyone makes mistakes. Show them how to learn and grow from their mistakes, and let them know that you also make mistakes. Children with high self esteem are able to take lessons from mistakes and apply them down the road. A child with low self esteem become frustrated and resort to self-depreciating behavior, such as calling themselves 'stupid' and vowing to 'never try that again.

Help your child discover their abilities and talents, and encourage outlets for them to build on and improve them. Praise a child not only for improvements in abilities and skills, but also for the traits they naturally possess.
Encourage your child to make positive choices. Open an honest dialog with your child and discuss the possibilities with them. Children who learn skills for making positive choices when they are younger are well-prepared for the tougher choices they have to make when they are older.

Ensure that you spend lots of quality time with your child, at least once a week. Whether you are shooting baskets or going out to grab a hamburger, take time to talk and keep in touch. If you find it difficult to squeeze in quality time during a hectic week, take the time to talk about things during the drive to school or while they are helping you put the groceries away.
Setelah mengetahui gejala awal dari autis dan dilakukan observasi yang sangat hati-hati dan mendetail, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana menghadapi balita yang terkena autis.

Labels: , , , , , , ,

Posted on Tuesday, March 31, 2009 |  0 Comments

The Keys to Effective Discipline

Disciplining a child is one of the most important, yet difficult, roles of being a parent. Effective discipline teaches a child to be self-disciplined later in life. It helps your child grow up to be happy and well-adjusted. Effective and positive discipline teaches and guides children, and helps them to feel safe, secure, and valued.

Discipline should be based on a child's age, development and temperament. A parent's goals by disciplining their child is to protect them from danger, to help them learn self-control and self-discipline and to develop a sense of responsibility.

Children should be respectful of their parent's authority. If they're disciplined harshly or unfairly, especially if it includes shouting or humiliating, will make it difficult if not impossible for a child to respect and trust their parent.

Parents must be consistent in their discipline. Discipline that's not consistent is confusing to children, no matter how old they are. If parents are inconsistent in the way they discipline their children, children may find it hard to respect them. It can also indirectly encourage misbehaving and result in confusion and frustration for the child.

Discipline must also be fair. Parents must make sure that the punishment fits the crime and doesn't punish too severely or is too lax. The consequences of their actions should be related to their behavior.

In order to discourage bad behavior, give your child choices about what to do. He will appreciate the chance to make decisions. Make sure rules that protect the safety, health and well-being of your child are given top priority. If your child is irritable, tired or upset, be understanding and try to help calm them. It's important to keep in mind that bad behavior can sometimes be circumstantial.

Encourage positive behavior in your child by spending quality time alone with your child each day. Give your child hugs, cuddles or a gentle pat on the back, and give praise when praise is due. If your child is angry or sad, try to understand why. Teach your child good behavior by setting a good example and behaving properly and appropriately yourself.
Disciplining a child is one of the most important, yet difficult, roles of being a parent. Effective discipline teaches a child to be self-disciplined later in life. It helps your child grow up to be happy and well-adjusted[...]

Labels: , , , ,

Posted on Monday, March 30, 2009 |  0 Comments